Kalkulator Agregat 2 Leg dan Gol Tandang
Masukkan skor leg 1 dan leg 2, lalu lihat siapa yang lolos, atau apakah laga berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti.
Jawaban singkat
Agregat adalah jumlah gol dari leg 1 dan leg 2. Tim dengan agregat lebih besar lolos. Jika agregat sama, regulasi Liga Champions UEFA 2026/27 memainkan perpanjangan waktu 2 x 15 menit di akhir leg 2, lalu adu penalti bila masih sama. Gol tandang tidak lagi dihitung di kompetisi klub UEFA sejak musim 2021/22.
Aturan dicek ke dokumen resmi UEFA pada 11 Oktober 2026: Regulasi Liga Champions UEFA 2026/27, Pasal 20 dan 21 (versi 29 Juli 2026).
Kalkulator Agregat 2 Leg
Cara kalkulator ini menentukan tim yang lolos
- Jumlahkan gol dua leg. Tim yang mencetak agregat gol lebih banyak lolos (Pasal 20.03). Tim A bermain di kandang pada leg 1, Tim B pada leg 2.
- Agregat sama: perpanjangan waktu. Dua babak 15 menit dimainkan di akhir leg 2. Tim yang mencetak lebih banyak gol di perpanjangan waktu lolos (Pasal 21.01). Ada jeda lima menit sebelum perpanjangan waktu dimulai (Pasal 21.02).
- Masih sama: adu penalti. Penalti diambil sesuai Laws of the Game IFAB (Pasal 21.03). Adu penalti selalu menghasilkan pemenang, jadi skornya tidak bisa sama.
- Mode gol tandang (opsional). Jika agregat sama, tim dengan gol tandang lebih banyak lolos. Jika gol tandang juga sama, perpanjangan waktu dimainkan dan gol tim tamu di perpanjangan waktu ikut dihitung sebagai gol tandang, seperti dijelaskan pengumuman UEFA saat aturan ini dihapus.
Final Liga Champions dimainkan satu laga di stadion netral, jadi tidak memakai agregat (Pasal 22). Pasal 20.02 juga mengizinkan UEFA memainkan satu babak dalam satu leg bila keadaan memaksa.
Contoh nyata dari Liga Champions
Tekan tombol contoh di kalkulator untuk mengisi skor laga ini secara otomatis.
| Laga | Leg 1 | Leg 2 | Agregat | Penentu | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|
| PSG vs Liverpool, 16 besar 2024/25 | PSG 0-1 Liverpool | Liverpool 0-1 PSG | 1-1 | Perpanjangan waktu tanpa gol, PSG menang adu penalti 4-1 | Wikipedia, UEFA (leg 1) |
| Tottenham vs Ajax, semifinal 2018/19 | Tottenham 0-1 Ajax | Ajax 2-3 Tottenham | 3-3 | Tottenham lolos lewat gol tandang (3 lawan 1). Dengan aturan UEFA sekarang, laga ini akan masuk perpanjangan waktu. | Wikipedia |
| Barcelona vs Liverpool, semifinal 2018/19 | Barcelona 3-0 Liverpool | Liverpool 4-0 Barcelona | 3-4 | Liverpool lolos lewat agregat, tanpa perpanjangan waktu | Wikipedia |
Kompetisi mana yang masih memakai gol tandang?
| Aturan atau kompetisi | Gol tandang | Jika agregat sama | Sumber |
|---|---|---|---|
| Liga Champions, Liga Europa, Liga Konferensi UEFA | Tidak berlaku sejak 2021/22 | Perpanjangan waktu 2 x 15 menit, lalu adu penalti | Regulasi UCL 2026/27 Pasal 20 dan 21, UEFA.com |
| Laws of the Game IFAB (Law 10.2) | Diizinkan sebagai pilihan penyelenggara | Gol tandang, perpanjangan waktu, adu penalti, atau kombinasinya | IFAB Law 10 |
| CONMEBOL, CAF, Piala AFF, Carabao Cup, Copa del Rey, Coppa Italia | Berbeda per kompetisi | Lihat tabel lengkap | Perbandingan 8 kompetisi |
Aturan bisa berubah tiap musim karena ditentukan regulasi masing-masing kompetisi. Cek regulasi edisi berjalan sebelum memakai mode gol tandang.
Istilah terkait
- Pengertian lengkap agregat dan 9 skenario leg 2: arti leg 1 dan leg 2.
- Sejarah dan alasan penghapusan: apa itu aturan gol tandang.
- Durasi dan aturan babak tambahan: extra time.
- Istilah lain seperti leg, agregat, dan adu penalti: glosarium istilah sepak bola.
Pertanyaan Umum
Agregat adalah jumlah gol sebuah tim dari dua pertandingan (leg 1 dan leg 2) melawan lawan yang sama. Pasal 20.03 Regulasi Liga Champions UEFA 2026/27 menyatakan tim dengan agregat gol lebih besar lolos ke babak berikutnya.
Baca Juga
Berita Bola Daily
Ingin memahami agregat lebih dalam, lengkap dengan 9 skenario hasil leg 2? Baca panduan lengkapnya di Berita Bola Daily.
Baca Panduan Agregat Dua Leg