BREAKING
BERITA TERKINI: Ikuti pembaruan sepak bola Indonesia dan internasionalLIGA INDONESIA: Analisis pertandingan, klub, dan perkembangan pemainBURSA TRANSFER: Pantau kabar perpindahan pemain dari sumber terverifikasiSEPAK BOLA DUNIA: Ulasan kompetisi dan profil pemain pilihanBERITA TERKINI: Ikuti pembaruan sepak bola Indonesia dan internasionalLIGA INDONESIA: Analisis pertandingan, klub, dan perkembangan pemainBURSA TRANSFER: Pantau kabar perpindahan pemain dari sumber terverifikasiSEPAK BOLA DUNIA: Ulasan kompetisi dan profil pemain pilihan
Edukasi

Apa Itu Drop Ball? Aturan Bola Jatuh yang Sudah Berubah

·18 Okt 2026·9 menit baca
Apa Itu Drop Ball? Aturan Bola Jatuh yang Sudah Berubah
Wasit Austria Manuel Schüttengruber bersiap melakukan drop ball pada 29 Agustus 2010. Pada masa itu bola masih diperebutkan dua pemain, sedangkan aturan kini menjatuhkan bola untuk satu pemain saja.Foto: Steindy / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Drop ball tidak lagi diperebutkan dua pemain. Wasit menjatuhkan bola untuk satu pemain saja dan pemain lain wajib berjarak minimal empat meter.

Drop ball atau bola jatuh adalah cara wasit memulai kembali permainan setelah menghentikannya karena alasan yang tidak diatur restart lain, misalnya bola mengenai wasit atau ada gangguan di lapangan. Aturannya tertulis di Law 8 Laws of the Game bagian Dropped ball, yang bisa dibaca di halaman resmi IFAB.

Gambaran lama tentang dua pemain berhadapan menunggu bola menyentuh tanah lalu berebut sudah tidak berlaku. Aturan yang berjalan sekarang menjatuhkan bola untuk satu pemain saja, dan semua pemain lain dari kedua tim wajib berjarak minimal empat meter sampai bola dalam permainan.

Prosedur lengkapnya

Law 8 mengatur prosedur bola jatuh dalam beberapa butir yang saling berkaitan:

  • Bila saat permainan dihentikan bola berada di dalam kotak penalti, wasit menjatuhkan bola untuk penjaga gawang tim bertahan di dalam kotak penaltinya
  • Bila saat permainan dihentikan bola berada di luar kotak penalti, wasit menjatuhkan bola untuk satu pemain dari tim yang menguasai atau seharusnya menguasai bola
  • Bola dijatuhkan di posisi bola berada saat permainan dihentikan, kecuali bila bola mengenai ofisial pertandingan atau pihak luar, yang membuat bola dijatuhkan di titik gangguan atau kontak itu terjadi
  • Seluruh pemain lain dari kedua tim harus tetap berjarak minimal 4 meter dari bola sampai bola dalam permainan
  • Bola berada dalam permainan begitu menyentuh tanah

Perhatikan butir pertama. Kalau bola berada di dalam kotak penalti, penerimanya selalu kiper tim bertahan, bukan pemain terdekat. Ini membuat situasi bola jatuh di depan gawang tidak lagi berubah menjadi kesempatan menyerang. Peran kiper dalam skema semacam ini juga tampak pada aturan back pass kiper dan pada tugasnya menjaga clean sheet.

Siapa yang menerima bola

Untuk bola di luar kotak penalti, IFAB memberi urutan penentuan yang jelas. Bola dijatuhkan untuk satu pemain dari tim yang menguasai atau seharusnya menguasai bola, termasuk perhitungan seandainya bola akan keluar lapangan dari restart tersebut, bila hal itu dapat ditentukan oleh wasit. Bila wasit tidak bisa menentukannya, bola dijatuhkan untuk satu pemain dari tim yang terakhir menyentuh bola.

Jadi ada dua lapis: penilaian penguasaan lebih dulu, dan sentuhan terakhir sebagai cadangan. Prinsipnya mengembalikan keadaan seperti sebelum permainan dihentikan, bukan menciptakan undian baru. Semangat yang sama terlihat pada aturan lain yang menjaga keadilan restart, misalnya pembahasan kami soal sapuan bek dan membangun serangan dari belakang.

Di titik mana bola dijatuhkan

Titik jatuhnya bola mengikuti posisi bola saat permainan dihentikan. Pengecualiannya hanya satu: bila bola mengenai ofisial pertandingan atau pihak luar, bola dijatuhkan di titik terjadinya gangguan atau kontak tersebut.

Aturan jarak empat meter untuk pemain lain membuat penerima bola punya ruang aman. Tanpa jarak itu, penerima akan langsung ditekan pada sentuhan pertamanya dan tujuan mengembalikan penguasaan menjadi sia-sia. Situasi tekanan tinggi semacam ini kami bahas dalam artikel counter pressing setelah kehilangan bola.

Kapan bola dijatuhkan ulang

Law 8 menyebut dua kondisi yang membuat bola harus dijatuhkan ulang:

  • bola menyentuh seorang pemain sebelum menyentuh tanah
  • bola meninggalkan lapangan permainan setelah menyentuh tanah, tanpa lebih dulu menyentuh seorang pemain

Kondisi pertama menjelaskan kenapa penerima bola tidak boleh terburu-buru. Menyongsong bola sebelum menyentuh tanah justru membatalkan prosesnya dan wasit mengulang dari awal.

Kalau bola jatuh langsung masuk gawang

IFAB juga menutup celah gol tidak wajar dari restart ini. Bila bola hasil drop ball masuk ke gawang tanpa lebih dulu menyentuh sedikitnya dua pemain, permainan dimulai kembali dengan:

  • tendangan gawang bila bola masuk ke gawang lawan
  • tendangan sudut bila bola masuk ke gawang tim sendiri

Jadi tidak ada gol langsung dari bola jatuh. Ketentuan ini sejenis dengan pembatasan gol langsung pada beberapa restart lain, dan penting dipahami pembaca yang gemar mengikuti detail aturan seperti pada aturan gol tandang maupun agregat dua leg.

Dua contoh kasus dari IFAB

Halaman Law 8 memuat contoh kasus yang membantu membayangkan penerapannya.

Kasus pertama. Bola mengenai ofisial pertandingan di luar kotak penalti, tetap berada di dalam lapangan, dan penguasaan bola berpindah tim. Keputusannya: wasit menghentikan permainan dan menjatuhkan bola untuk tim yang seharusnya menguasai bola andai bola tidak mengenai ofisial itu. Bila wasit tidak bisa menentukannya, bola dijatuhkan untuk satu pemain dari tim yang terakhir menyentuh bola, dan permainan dimulai kembali di titik bola mengenai ofisial tersebut.

Kasus kedua. Setelah tendangan gawang dilakukan penjaga gawang, bola mengenai wasit di luar kotak penalti, tetap di dalam lapangan, lalu memantul ke arah gawang. Kiper kemudian menangkap bola dengan tangan untuk mencegahnya masuk, dan wasit menghentikan permainan. Keputusannya: wasit menjatuhkan bola untuk tim si kiper di titik bola mengenai wasit.

Dua contoh itu menunjukkan pola yang konsisten: mengembalikan keadaan, bukan menghukum. Pemahaman semacam ini melengkapi bacaan dasar kami di peraturan dasar sepak bola dan jumlah pemain sepak bola.

Bedanya dengan restart lain

Sepak bola punya beberapa cara memulai kembali permainan, dan drop ball adalah yang paling jarang muncul. Membedakannya membantu Anda membaca keputusan wasit dengan cepat.

Tendangan sudut, tendangan gawang, dan lemparan ke dalam dipakai ketika bola meninggalkan lapangan permainan, dan penentuannya bergantung pada pemain dari tim mana yang terakhir menyentuh bola. Tendangan bebas dan tendangan penalti dipakai ketika ada pelanggaran. Kick-off dipakai pada awal babak dan setelah gol.

Drop ball berdiri di luar semua itu. Ia dipakai ketika wasit menghentikan permainan bukan karena bola keluar dan bukan karena pelanggaran, misalnya karena bola mengenai ofisial pertandingan, ada gangguan dari pihak luar, atau ada situasi lain yang memaksa permainan berhenti. Karena tidak ada pihak yang bersalah, hukumannya juga tidak ada. Yang dilakukan wasit adalah mengembalikan bola ke pihak yang seharusnya menguasainya.

Konsekuensinya, drop ball tidak pernah dipakai sebagai sanksi. Kalau Anda melihat wasit menjatuhkan bola, artinya ia menilai penghentian tadi tidak bisa dibebankan kepada tim mana pun. Perbedaan cara pandang ini sejalan dengan prinsip yang kami bahas di cover dan balance pertahanan, yaitu menjaga keseimbangan keadaan alih-alih menciptakan keuntungan baru.

Kenapa aturannya diubah

Bentuk lama drop ball, yaitu dua pemain berhadapan menunggu bola menyentuh tanah, menimbulkan dua masalah yang mudah dibayangkan. Pertama, hasilnya acak. Tim yang tadinya menguasai bola bisa kehilangan penguasaan hanya karena refleks lawan lebih cepat, padahal permainan dihentikan bukan karena kesalahannya. Kedua, perebutan jarak dekat itu rawan benturan kaki dan memicu ketegangan yang tidak perlu.

Rumusan yang berlaku sekarang menutup kedua celah itu sekaligus. Bola diberikan kepada satu pemain saja dari tim yang menguasai atau seharusnya menguasai bola, dan pemain lain wajib menjauh minimal empat meter. Tidak ada duel, tidak ada undian, dan tidak ada penguasaan yang berpindah tanpa sebab.

Perubahan serupa terjadi pada beberapa aturan lain yang tujuannya sama, yaitu membuat keputusan wasit lebih mudah diprediksi dan lebih adil. Contoh terdekat adalah hukuman untuk kiper yang terlalu lama menguasai bola, yang kini berupa tendangan sudut dan bisa dibaca di Law 12. Pola pembaruan aturan seperti ini juga tercermin pada praktik kesalahan kiper yang penilaiannya kini lebih terukur.

Klarifikasi Law 8 musim 2026/27

Teks drop ball kembali dirapikan pada revisi Laws of the Game 2026/27. Menurut halaman Law changes 2026/27, IFAB memperjelas bahwa tim yang seharusnya menguasai bola mencakup tim yang akan mendapat restart seandainya bola keluar lapangan. Selain itu, bila ada gangguan dari ofisial pertandingan atau pihak luar, bola dijatuhkan di titik gangguan tersebut.

Contoh dari halaman Law 8 membuat klarifikasi itu mudah dibayangkan. Sebuah umpan Tim A meleset dan bola bergerak ke luar untuk lemparan ke dalam. Sebelum bola melewati garis, seorang anak gawang menangkapnya untuk membantu permainan cepat dimulai. Keputusannya: wasit menghentikan permainan, meminta anak gawang keluar, lalu menjatuhkan bola untuk Tim B karena merekalah yang akan mendapat lemparan ke dalam. Bola dijatuhkan di titik anak gawang menyentuh bola. Tendangan bebas tidak bisa diberikan karena gangguan datang dari pihak luar, bukan dari orang yang tercantum di daftar tim.

Anak gawang memainkan bola di Stadion Banadir Mogadishu
Seorang anak gawang memainkan bola di Stadion Banadir, Mogadishu, 29 Agustus 2015. Law 8 memuat contoh kasus anak gawang yang menangkap bola sebelum keluar lapangan, dan restartnya adalah drop ball. Foto: AMISOM Public Information / Wikimedia Commons, CC0.

Contoh lain melibatkan asisten wasit. Bola tendangan Tim A bergerak cepat menuju garis samping untuk lemparan ke dalam, lalu membentur asisten wasit yang berdiri di garis dan tetap di dalam lapangan. Pemain Tim A lain menguasainya dan membangun serangan menjanjikan. Wasit menghentikan permainan dan menjatuhkan bola untuk Tim B, karena bola seharusnya keluar untuk lemparan ke dalam milik mereka, di titik bola mengenai asisten wasit.

Setelah bola menyentuh tanah

Banyak orang mengira penerima drop ball wajib langsung mengoper atau hanya boleh menyentuh bola sekali. Bagian tanya jawab Law 8 menjawab sebaliknya: pemain yang menerima drop ball boleh menggiring atau terus memainkan bola tanpa batas jumlah sentuhan. Satu-satunya batasan adalah soal gol. Pemain itu tidak bisa mencetak gol ke gawang lawan bila bola belum menyentuh setidaknya satu pemain lain dari tim mana pun. Kalau ia tetap menendang langsung ke gawang lawan, permainan dimulai lagi dengan tendangan gawang untuk lawan.

Ada juga situasi yang sering memancing protes. Jarak empat meter hanya berlaku sampai bola menyentuh tanah. Begitu bola menyentuh tanah, bola sudah dalam permainan dan pemain mana pun boleh memainkannya. IFAB memberi contoh lawan yang tadinya berdiri lebih dari empat meter lalu berlari dan menyentuh bola lebih dulu. Itu sah. Bila pemain Tim A yang kaget lalu menarik lawan itu untuk menghentikan serangan menjanjikan, Tim A justru dihukum tendangan bebas langsung dan pemainnya mendapat kartu kuning.

Petugas medis merawat pemain Lens yang cedera di lapangan
Pemain dan petugas medis mengelilingi Ignatius Ganago yang cedera dalam laga Lens melawan Saint-Étienne di Stade Bollaert-Delelis, 3 Oktober 2020. Bila wasit menghentikan laga karena cedera tanpa pelanggaran, restartnya adalah drop ball. Foto: Supporterhéninois / Wikimedia Commons, CC0.

Contoh terakhir menyangkut gol yang tetap sah. Setelah bola dijatuhkan untuk Tim A, seorang pemain Tim A melihat kiper lawan jauh dari gawang lalu menendang bola ke arah gawang. Kiper sempat menyentuh bola tetapi bola lolos dari tangannya dan masuk. Gol disahkan, karena bola sudah menyentuh dua pemain, yaitu penerima drop ball dan kiper lawan.

Tabel ringkas drop ball

Seluruh ketentuan di atas bisa diringkas dalam tabel berikut:

Situasi saat permainan dihentikanPenerima bolaTitik bola dijatuhkan
Bola di dalam kotak penaltiKiper tim bertahanDi dalam kotak penaltinya
Bola di luar kotak penalti, tim penguasa bisa ditentukanSatu pemain tim yang menguasai atau seharusnya menguasai bola, termasuk tim yang akan mendapat restart bila bola keluarPosisi bola saat permainan dihentikan
Bola di luar kotak penalti, tim penguasa tidak bisa ditentukanSatu pemain tim yang terakhir menyentuh bolaPosisi bola saat permainan dihentikan
Bola mengenai ofisial pertandingan atau pihak luarMengikuti dua baris di atasTitik gangguan atau kontak
Wasit Mark Geiger memberi isyarat keuntungan
Wasit Amerika Serikat Mark Geiger memberi isyarat keuntungan dalam laga Major League Soccer, 24 Juni 2012. Drop ball hanya dipakai ketika wasit memilih menghentikan permainan tanpa ada pelanggaran. Foto: Ben Keller / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah drop ball masih diperebutkan dua pemain?

Tidak. Law 8 menetapkan bola dijatuhkan untuk satu pemain saja, dan seluruh pemain lain dari kedua tim harus berjarak minimal empat meter sampai bola dalam permainan.

Siapa yang menerima bola kalau kejadiannya di kotak penalti?

Penjaga gawang tim bertahan. Bila saat permainan dihentikan bola berada di dalam kotak penalti, wasit menjatuhkan bola untuk kiper tim bertahan di dalam kotak penaltinya.

Kapan bola dianggap dalam permainan?

Begitu bola menyentuh tanah. Kalau bola menyentuh pemain lebih dulu sebelum menyentuh tanah, wasit menjatuhkan bola ulang.

Bisakah gol tercipta langsung dari drop ball?

Tidak. Bila bola masuk gawang tanpa menyentuh sedikitnya dua pemain, permainan dimulai kembali dengan tendangan gawang bila masuk ke gawang lawan, atau tendangan sudut bila masuk ke gawang sendiri.

Di titik mana bola dijatuhkan?

Di posisi bola saat permainan dihentikan. Pengecualiannya bila bola mengenai ofisial pertandingan atau pihak luar, maka bola dijatuhkan di titik gangguan atau kontak tersebut terjadi.

Bagaimana wasit menentukan tim penerima di luar kotak penalti?

Bola dijatuhkan untuk satu pemain dari tim yang menguasai atau seharusnya menguasai bola bila wasit dapat menentukannya. Bila tidak, bola dijatuhkan untuk satu pemain dari tim yang terakhir menyentuh bola.

Berapa kali penerima drop ball boleh menyentuh bola?

Tidak dibatasi. Law 8 membolehkan penerima menggiring atau terus memainkan bola, tetapi ia tidak bisa mencetak gol ke gawang lawan sebelum bola menyentuh setidaknya satu pemain lain.

Kesimpulan

Drop ball hari ini adalah restart yang mengembalikan keadaan, bukan undian. Bola dijatuhkan untuk satu pemain saja, untuk kiper bila kejadiannya di dalam kotak penalti, dengan pemain lain berjarak minimal empat meter, dan bola dalam permainan begitu menyentuh tanah. Gol langsung dari bola jatuh juga tidak diakui.

Teks resminya bisa dibuka di Law 8 Laws of the Game. Untuk aturan lain yang sering ditanyakan, lanjutkan ke skema tendangan sudut, mengulur waktu, dan jeda minum, serta ikuti berita bola terkini dan klasemen Liga 1.

Panduan Lengkap dengan Tabel Perbandingan

Bagikan Artikel