Ukuran Gawang Sepakbola Resmi, Futsal, dan Gawang Anak

Ukuran gawang sepakbola resmi adalah 7,32 x 2,44 meter menurut IFAB. Simak cara mengukur, aturan tiang dan jaring, gawang futsal, serta gawang anak.
Ukuran gawang sepakbola resmi untuk pertandingan sebelas lawan sebelas adalah lebar 7,32 meter (8 yard) dan tinggi 2,44 meter (8 kaki). Lebar diukur dari sisi dalam tiang kiri ke sisi dalam tiang kanan, sedangkan tinggi diukur dari permukaan tanah ke sisi bawah mistar. Angka ini tercantum di Law 1 tentang lapangan permainan dalam Laws of the Game terbitan IFAB, badan yang menyusun aturan sepak bola dunia.
Banyak orang hafal angka 7,32 x 2,44, tetapi jarang yang tahu detail di baliknya. Misalnya, tebal tiang dan mistar punya batas maksimal, warnanya wajib putih, dan gawang portabel harus terpasang kokoh ke tanah. Futsal dan sepak bola anak juga memakai ukuran gawang yang berbeda. Artikel ini merangkum semuanya dalam satu tempat, lengkap dengan tabel perbandingan dan sumber resminya, supaya Anda bisa memasang, mengecek, atau sekadar memahami gawang dengan benar.
Ukuran Gawang Sepakbola Resmi Menurut IFAB
International Football Association Board (IFAB) mengatur gawang di bagian Law 1.10. Aturannya singkat tetapi tegas. Gawang harus diletakkan di tengah setiap garis gawang. Satu gawang terdiri dari dua tiang tegak yang berjarak sama dari tiang bendera sudut, lalu disatukan di bagian atas oleh mistar horizontal.
Ukuran pokoknya hanya dua. Jarak antara sisi dalam kedua tiang adalah 7,32 meter, dan jarak dari sisi bawah mistar ke tanah adalah 2,44 meter. Kedua angka ini berasal dari satuan imperial, yaitu 8 yard dan 8 kaki, sehingga angkanya terlihat "ganjil" saat dikonversi ke meter. Ukuran ini sama untuk semua level sepak bola dewasa yang memakai aturan IFAB, dari laga kampung yang tertib sampai final turnamen besar.
Selain ukuran pokok, Law 1 juga menetapkan syarat bahan, bentuk, warna, dan keamanan. Tabel berikut merangkum semua ketentuan resmi gawang sepak bola lapangan besar.
| Aspek | Ketentuan Resmi | Catatan Praktis |
|---|---|---|
| Lebar gawang | 7,32 m (8 yard) | Diukur antara sisi dalam kedua tiang |
| Tinggi gawang | 2,44 m (8 kaki) | Diukur dari tanah ke sisi bawah mistar |
| Lebar dan tebal tiang serta mistar | Sama besar, maksimal 12 cm (5 inci) | Garis gawang harus selebar tiang dan mistar |
| Bentuk penampang | Persegi, persegi panjang, bulat, elips, atau gabungannya | Kedua gawang wajib berbentuk sama |
| Warna | Putih | Berlaku untuk tiang dan mistar |
| Bahan | Bahan yang disetujui dan tidak berbahaya | Kompetisi FIFA dianjurkan memakai gawang lolos FIFA Quality Programme |
| Jaring | Boleh dipasang | Harus ditopang baik dan tidak mengganggu kiper |
| Keamanan | Gawang, termasuk gawang portabel, harus terpasang kokoh ke tanah | Mencegah gawang terguling |
Kalau Anda baru mengenal aturan-aturan dasar permainan, ringkasan peraturan dasar sepak bola di situs ini bisa jadi titik awal sebelum masuk ke detail teknis seperti gawang.
Cara Mengukur Gawang dengan Benar
Kesalahan paling umum saat mengukur gawang adalah mengukur dari sisi luar tiang. Cara itu membuat gawang tampak sesuai di atas kertas, padahal ruang tembaknya lebih sempit dari aturan. Aturan IFAB jelas menyebut sisi dalam tiang untuk lebar dan sisi bawah mistar untuk tinggi. Berikut urutan mengukur yang bisa dipakai panitia turnamen, pengelola lapangan, atau pelatih sekolah sepak bola.
- Pastikan posisi gawang. Gawang harus berada tepat di tengah garis gawang, dengan jarak yang sama ke kedua tiang bendera sudut.
- Ukur lebar dari sisi dalam tiang. Tarik meteran dari permukaan dalam tiang kiri ke permukaan dalam tiang kanan. Hasilnya harus 7,32 meter.
- Ukur tinggi dari sisi bawah mistar. Tarik meteran tegak lurus dari tanah ke sisi bawah mistar. Ulangi di dekat kedua tiang dan di tengah mistar, hasilnya harus 2,44 meter di semua titik.
- Cek tebal tiang dan mistar. Lebar dan tebalnya harus sama satu sama lain dan tidak boleh lebih dari 12 cm.
- Cocokkan dengan garis gawang. Garis gawang harus dicat selebar tiang dan mistar, sehingga tiang tampak "duduk" tepat di atas garis.
- Uji kekokohan. Goyangkan tiang dan mistar. Gawang tidak boleh bergeser atau miring, dan gawang portabel harus terkunci ke tanah atau diberi pemberat.
Mengukur di beberapa titik membantu memastikan mistar terpasang rata dan tidak miring ke salah satu sisi. Selisih kecil memang sulit terlihat oleh mata, tetapi tetap mengubah ruang tembak. Karena itu, pengelola lapangan yang menggelar turnamen sebaiknya mengecek ukuran gawang secara berkala, bukan hanya saat gawang baru dipasang.
Posisi tiang terhadap garis juga punya dampak langsung pada keputusan gol. Menurut Law 10 IFAB, gol sah terjadi ketika seluruh bola melewati seluruh garis gawang di antara tiang dan di bawah mistar. Karena garis gawang selebar tiang, bola yang masih menyentuh sebagian garis berarti belum masuk. Di kompetisi besar, keputusan sepersekian sentimeter seperti ini dibantu teknologi garis gawang (goal-line technology), yang juga diatur di Law 1.
Tiang dan Mistar: Bentuk, Tebal, dan Warna
IFAB tidak mewajibkan satu bentuk tiang tertentu. Penampang tiang dan mistar boleh persegi, persegi panjang, bulat, elips, atau gabungan dari bentuk-bentuk tersebut. Satu syaratnya, kedua gawang di satu lapangan harus memakai bentuk yang sama. Aturan ini mencegah satu tim mendapat gawang yang memantulkan bola secara berbeda dari gawang lawan.
Kebebasan memilih bentuk ini membuat gawang di lapangan berbeda bisa terlihat sedikit berbeda, misalnya tiang bulat di satu stadion dan tiang elips di stadion lain. Selama ukuran, tebal, dan warnanya sesuai Law 1, keduanya sama-sama sah. Yang tidak boleh adalah mencampur bentuk di satu lapangan, misalnya gawang utara bertiang bulat sedangkan gawang selatan bertiang persegi.
Soal tebal, batasnya 12 cm untuk lebar maupun kedalaman, dan keduanya harus sama besar. Warna tiang dan mistar wajib putih. Warna ini membantu wasit, pemain, dan kamera membedakan bingkai gawang dengan latar belakang tribun atau papan iklan. Bahannya harus disetujui dan tidak berbahaya. Untuk kompetisi di bawah naungan FIFA atau konfederasi, IFAB menganjurkan gawang yang memenuhi FIFA Quality Programme for Football Goals.
Law 1 juga mengatur kejadian langka ketika mistar patah atau bergeser. Pertandingan dihentikan sampai mistar diperbaiki atau dipasang kembali. Mistar tidak boleh diganti tali atau bahan lentur lain yang berbahaya. Kalau mistar bisa diperbaiki, permainan dimulai lagi dengan drop ball atau bola jatuh. Kalau tidak bisa diperbaiki, pertandingan harus dihentikan sepenuhnya.
Jaring Gawang dan Aturan Keamanan
Banyak penonton mengira jaring adalah bagian wajib gawang. Di sepak bola lapangan besar, Law 1 justru menyebut jaring "boleh" dipasang. Bunyinya kurang lebih begini: jaring dapat dikaitkan ke gawang dan ke tanah di belakang gawang, harus ditopang dengan baik, dan tidak boleh mengganggu kiper. Meski begitu, jaring lazim dipasang di pertandingan resmi karena membantu wasit dan penonton melihat bola yang masuk.
Syarat "tidak mengganggu kiper" berarti tiang penopang jaring dan tali pengikatnya tidak boleh menonjol ke area gerak kiper. Jaring juga sebaiknya terpasang rapi tanpa celah di sambungan tiang dan tanah, supaya bola yang masuk tidak lolos keluar dan membingungkan wasit.
Aturan keamanan di Law 1 berlaku untuk semua jenis gawang: gawang, termasuk gawang portabel, harus terpasang kokoh ke tanah. Kalimat pendek ini sangat penting. Gawang yang tidak dijangkar bisa terguling ketika ditarik, dipanjat, atau terdorong pemain, dan bingkai logam yang jatuh berisiko melukai orang di sekitarnya.
Bagi pengelola lapangan kampung, sekolah, atau komunitas, kebiasaan sederhana bisa mencegah kecelakaan. Pasang jangkar tanah atau pemberat di rangka bawah, larang anak bergelantungan di mistar, dan simpan gawang portabel dalam posisi rebah atau terkunci setelah dipakai. Cek juga sambungan las dan baut secara rutin, terutama pada gawang yang sering dipindah.
Ukuran Gawang Futsal
Futsal memakai aturan sendiri, yaitu Futsal Laws of the Game 2025-26 terbitan FIFA. Di Law 1 bagian gawang, jarak sisi dalam antartiang adalah 3 meter, dan jarak sisi bawah mistar ke lantai adalah 2 meter. Tiang dan mistar punya lebar dan tebal yang sama dengan garis akhir, yaitu 8 cm.
Ada satu perbedaan penting dengan sepak bola lapangan besar. Di futsal, jaring wajib dipasang. Aturannya menyebut jaring dari bahan yang memadai harus dikaitkan ke bagian belakang tiang dan mistar, ditopang dengan baik, dan tidak mengganggu kiper. Bentuk penampang tiang mengikuti pilihan yang sama dengan sepak bola: persegi, persegi panjang, bulat, elips, atau gabungannya, dan kedua gawang harus sama.
Gawang futsal yang kecil sebanding dengan lapangannya yang juga jauh lebih kecil. Kiper futsal sering menghadapi tembakan dari jarak dekat, sehingga ukuran gawang yang lebih sempit membuat duel antara penyerang dan kiper tetap seimbang. Bagi pembaca yang mengikuti futsal nasional, profil Timnas Futsal Indonesia membahas perjalanan tim yang bermain dengan ukuran gawang ini.
| Aspek | Sepak Bola (IFAB) | Futsal (FIFA) |
|---|---|---|
| Lebar sisi dalam | 7,32 m | 3 m |
| Tinggi ke sisi bawah mistar | 2,44 m | 2 m |
| Tebal tiang dan mistar | Maksimal 12 cm | 8 cm, sama dengan garis akhir |
| Jaring | Boleh dipasang | Wajib dipasang |
| Mistar patah dan tak bisa diperbaiki | Pertandingan dihentikan | Pertandingan dihentikan |
Ukuran Gawang Bola untuk Anak dan Mini Soccer
Anak-anak tidak ideal bermain dengan gawang dewasa. Kiper berusia delapan tahun tidak mungkin menjangkau mistar setinggi 2,44 meter, sehingga gol terlalu mudah tercipta lewat tendangan melambung. Karena itu banyak federasi membuat panduan ukuran gawang bola yang disesuaikan dengan usia dan format permainan.
Salah satu panduan yang paling sering dijadikan rujukan adalah The FA Guide to Pitch Dimensions dari federasi sepak bola Inggris. Panduan ini memberi rekomendasi ukuran gawang untuk setiap kelompok umur seperti tabel di bawah.
| Kelompok Umur | Format | Ukuran Gawang (lebar x tinggi) |
|---|---|---|
| U7 dan U8 | 5 lawan 5 (mini soccer) | 3,66 x 1,83 m (12 x 6 kaki) |
| U9 dan U10 | 7 lawan 7 (mini soccer) | 3,66 x 1,83 m (12 x 6 kaki) |
| U11 dan U12 | 9 lawan 9 | 4,88 x 2,13 m (16 x 7 kaki) |
| U13 dan U14 | 11 lawan 11 | 6,40 x 2,13 m (21 x 7 kaki) atau 7,32 x 2,44 m |
| U15, U16, dan dewasa | 11 lawan 11 | 7,32 x 2,44 m (24 x 8 kaki) |
Pola dalam tabel itu mudah ditangkap. Gawang membesar bertahap mengikuti jumlah pemain dan ukuran lapangan, lalu mencapai ukuran dewasa penuh di kelompok usia remaja. Perlu dicatat, angka FA adalah rekomendasi untuk kompetisi di Inggris. Sekolah sepak bola dan turnamen usia muda di Indonesia mengikuti peraturan penyelenggaranya masing-masing, jadi cek dulu regulasi turnamen sebelum membeli atau memasang gawang.
Untuk lapangan mini soccer komersial yang kini menjamur di banyak kota, ukuran gawang biasanya mengikuti format permainan dan ukuran lapangan yang disewakan. Tidak ada satu angka baku untuk semuanya. Pegangan yang aman adalah memastikan gawang sebanding dengan lapangan, tiang dan mistar kokoh, serta tidak ada bagian tajam. Jumlah pemain per tim juga memengaruhi pilihan gawang, seperti dibahas di artikel jumlah pemain sepak bola.
Sejarah Gawang: Dari Pita ke Mistar dan Jaring
Gawang tidak langsung berbentuk seperti sekarang. Pada masa awal sepak bola modern, gawang hanya berupa dua tiang tanpa batas atas. Menurut catatan Sheffield Home of Football, aturan mistar resmi masuk ke peraturan sepak bola Sheffield pada 1862. Sheffield FC sempat mengusulkan mistar ke asosiasi sepak bola London (FA) di akhir 1863, tetapi usulan itu ditolak.
FA London baru memasukkan mistar berupa pita yang dibentangkan pada 1866. Mistar keras akhirnya menjadi wajib di semua pertandingan dengan aturan asosiasi pada 1882. Perjalanan ini menunjukkan bahwa banyak aturan sepak bola modern lahir dari perdebatan panjang antarklub, bukan diputuskan sekali jadi. Kisah lengkap tentang asal-usul permainan bisa dibaca di artikel sejarah sepak bola.
Jaring gawang muncul belakangan. Penemunya adalah John Alexander Brodie, insinyur asal Liverpool. Menurut Leicestershire Football Archive, Brodie mengajukan desain patennya pada 28 November 1889 setelah menyaksikan gol yang dianulir secara kontroversial di Anfield. Wasit tidak yakin bola benar-benar melewati di antara tiang, dan Brodie berpikir sebuah "kantong" di belakang gawang akan menjawab keraguan itu.
Jaring Brodie pertama kali dipakai di partai bergengsi pada 10 Januari 1891, dalam laga seleksi Utara melawan Selatan di Nottingham. Setelah terbukti berguna, jaring dipastikan dipakai di semua pertandingan Football League mulai 1 November 1891. Final Piala FA pertama yang memakai jaring dilaporkan terjadi pada 1892 di Kennington Oval, London. Profil singkat Brodie sebagai insinyur sipil dan penemu jaring juga tercatat di Wikipedia.
Aturan Lain yang Berhubungan dengan Gawang
Gawang tidak berdiri sendiri. Beberapa garis dan aturan di sekitarnya ikut menentukan jalannya pertandingan. Memahami hubungan ini membantu Anda membaca keputusan wasit dengan lebih jernih.
- Area gawang. Dua garis ditarik tegak lurus dari garis gawang sejauh 5,5 meter dari sisi dalam masing-masing tiang, lalu disambung garis sejajar garis gawang. Area ini menjadi tempat bola diletakkan saat tendangan gawang.
- Gol sah. Seluruh bola harus melewati seluruh garis gawang di antara tiang dan di bawah mistar. Bola yang memantul dari tiang lalu kembali ke lapangan tetap dalam permainan.
- Gol bunuh diri. Bola yang masuk ke gawang sendiri tetap dihitung gol untuk lawan, seperti dijelaskan dalam artikel gol bunuh diri atau own goal.
- Aturan kiper. Kiper bertugas menjaga bingkai gawang, tetapi geraknya dibatasi aturan seperti aturan back pass dan aturan 8 detik memegang bola.
Ukuran gawang juga memengaruhi teknik menembak. Bidang yang lebar membuat pemain mengincar sudut bawah, sementara tinggi mistar menentukan seberapa efektif tendangan lambung seperti chip atau cungkil bola dan tendangan Panenka saat penalti. Para analis bahkan memetakan peluang dari setiap titik tembak ke arah gawang lewat metrik expected goals (xG).
Bagi kiper, bingkai 7,32 x 2,44 meter adalah wilayah yang sangat luas untuk dijaga sendirian. Itu sebabnya posisi tubuh dan pembacaan arah bola jauh lebih penting daripada sekadar tinggi badan. Satu salah langkah saja bisa berujung blunder kiper yang dikenang lama oleh suporter. Situasi bola mati seperti skema tendangan sudut juga dirancang untuk memanfaatkan ruang di depan gawang, terutama area di antara tiang dekat dan titik penalti.
Kesimpulan
Ukuran gawang sepakbola resmi adalah 7,32 meter lebar dan 2,44 meter tinggi, diukur dari sisi dalam tiang dan sisi bawah mistar. Tiang dan mistar harus putih, berbentuk sama di kedua gawang, dan tebalnya maksimal 12 cm. Jaring boleh dipasang di sepak bola, tetapi wajib di futsal, yang memakai gawang 3 x 2 meter. Untuk anak-anak, panduan seperti milik The FA memakai gawang yang lebih kecil dan membesar bertahap sesuai usia.
Satu hal yang sering terlupa adalah keamanan. Semua gawang, termasuk gawang portabel, wajib terpasang kokoh ke tanah. Dengan memahami ukuran gawang bola dan aturan di sekitarnya, Anda bisa menilai lapangan dengan lebih kritis, memasang gawang dengan benar, dan menikmati pertandingan dengan pemahaman yang lebih lengkap. Untuk berita dan ulasan sepak bola terbaru lainnya, kunjungi halaman berita bola terkini.
FAQ Ukuran Gawang Sepakbola
Berapa ukuran gawang sepakbola standar FIFA?
Ukuran gawang sepak bola resmi menurut Laws of the Game IFAB, yang dipakai di kompetisi FIFA, adalah lebar 7,32 meter (8 yard) dan tinggi 2,44 meter (8 kaki).
Lebar gawang diukur dari sisi dalam atau sisi luar tiang?
Lebar gawang diukur dari sisi dalam tiang kiri ke sisi dalam tiang kanan. Tinggi diukur dari tanah ke sisi bawah mistar, bukan ke sisi atasnya.
Berapa tebal maksimal tiang dan mistar gawang?
Lebar dan tebal tiang serta mistar harus sama dan tidak boleh lebih dari 12 cm (5 inci). Garis gawang juga harus selebar tiang dan mistar.
Apakah tiang gawang harus berwarna putih?
Ya. Law 1 IFAB mewajibkan tiang dan mistar berwarna putih. Bentuk penampangnya boleh persegi, persegi panjang, bulat, elips, atau gabungannya, asalkan kedua gawang sama.
Apakah jaring gawang wajib dipasang?
Di sepak bola lapangan besar, Law 1 menyebut jaring boleh dipasang, asalkan ditopang dengan baik dan tidak mengganggu kiper. Di futsal, jaring wajib dipasang menurut Futsal Laws of the Game FIFA.
Berapa ukuran gawang futsal?
Gawang futsal berukuran lebar 3 meter dan tinggi 2 meter, diukur dari sisi dalam tiang dan sisi bawah mistar. Tiang dan mistarnya setebal 8 cm, sama dengan lebar garis akhir.
Berapa ukuran gawang bola untuk anak-anak?
Panduan The FA merekomendasikan gawang 3,66 x 1,83 meter untuk U7 sampai U10, 4,88 x 2,13 meter untuk U11 dan U12, serta 6,40 x 2,13 meter atau ukuran penuh untuk U13 dan U14. Mulai U15 dipakai ukuran dewasa 7,32 x 2,44 meter.
Siapa penemu jaring gawang sepak bola?
Jaring gawang ditemukan oleh John Alexander Brodie, insinyur asal Liverpool. Ia mengajukan desain paten pada 28 November 1889, dan jaringnya dipakai di semua pertandingan Football League mulai 1 November 1891.